Bisnis Jatim

Hari Pattimura ke-200: Perjuangan Dan Semangat Yang Tak Kunjung Padam

 Breaking News
  • IBT EXPO 2019, GELAR MISI DAGANG DAN BURSA KOMUDITAS INDONESIA BAGIAN TIMUR Surabaya,bisnisjatim.co -Indonesia Bagian Timur memiliki potensi unggulan layak untuk dieksplorasi dan dipromosikan dari berbagai sektor kemaritiman antara lain perikanan, kelautan, kehutanan, pariwisata yang tentusaja menghasilan berbagai komoditas yang seperti KOPI,...
  • Siaran Pers: ARC BY CROWN GROUP RAIH 3 PENGHARGAAN MBA Bisnisjatim.co -Ikon global di Sydney, Arc by Crown Group, berhasil memenangkan tiga penghargaan industry paling bergengsi di perhelataan 2019 MBA Awards di The Star Event Center pada Sabtu malam: Best...
  • Latih Kewirausahaan Dengan Kelola Limbah Surabaya, bisnisjatim.co – Kotoran sapi kebanyakan hanya dimanfaatkan untuk pupuk kandang namun tanpa proses pengolahan. Biasanya kotoran sapi itu hanya dibiarkan mengering di suatu lahan dan setelah kering baru digunakan...
  • NUANSA HALLOWEEN ALA CROWN PRINCE HOTEL Surabaya, Bisnisjatim.co -Dalam rangka mempererat hubungan dengan rekanannya, Crown Prince Hotel Surabaya mengadakan “Booker Gathering” dengan tema Halloween tepat pada tanggal 31 Oktober 2019. Sesuai dengan tema, para tamu banyak...
  • Siaran Pers: General Manager Sambut Para Tamu Surabaya, Bisnisjatim.co -Tamu Pertama Disambut GM – Virginie Tutin Sandstrom, selaku General Manager Hotel HARRIS Bundaran Satelit Surabaya bersama jajaran tim departemen yang lain, menyambut dengan hangat Bapak Liem dan...

Hari Pattimura ke-200: Perjuangan Dan Semangat Yang Tak Kunjung Padam

Hari Pattimura ke-200: Perjuangan Dan Semangat Yang Tak Kunjung Padam
May 21
22:57 2017

Surabaya, bisnisjatim.co -Thomas Matulessy atau yang di kenal sebagai Pattimura yang lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia dan juga pahlawan cengkeh dan pala.

Photo: jul_bj

Perjuangan dan semangat beliau tak kunjung padam hingga 200 tahun ini. Mengingatkan pada tahun 1816 silam, pihak Inggris menyerahkan kekuasaannya kepada pihak Belanda dan kemudian Belanda menetapkan kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente), pemindahan penduduk serta pelayaran Hongi (Hongi Tochten), serta mengabaikan Traktat London I antara lain dalam pasal 11 memuat ketentuan bahwa Residen Inggris di Ambon harus merundingkan dahulu pemindahan koprs Ambon dengan Gubenur dan dalam perjanjian tersebut juga dicantumkan dengan jelas bahwa jika pemerintahan Inggris berakhir di Maluku maka para serdadu-serdadu Ambon harus dibebaskan dalam artian berhak untuk memilih untuk memasuki dinas militer pemerintah baru atau keluar dari dinas militer, akan tetapi dalam pratiknya pemindahan dinas militer ini dipaksakan. Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat tantangan keras dari rakyat.

Photo: jul_bj

Warga maluku Surabaya memperingati perjuangan dan semangat yang mengakar ini dengan sangat istimewa untuk hari pattimura yang ke-200 di pantai kenjeran lama (21/5/2017) , perayaan secara nasional setiap provinsi salah satunya di Surabaya untuk wilayah jawa timur.

Photo: jul_bj

Raimon lesilolo ketua panitia perayaan hari patimura kali ini menjelaskan “Dalam acara ini kita mempunyai moto laeng sayang laeng yang mempunyai arti saling mempunyai saling menyayangi sesama umat manusia, makna mengangkat persaudaraan sesama umat menggambarkan sang Pattimura, dan berharapan kehidupan masyarakat maluku jangan sampai terganggu dengan hal hal buruk yang dapat memecahkan negara ini.”

Bentuk acara ini di penuhi acara-acara adat dan kebudayaan Maluku dan di akhiri dengan makan patita yang berarti makan bersama tidak pandang perbedaan ungkapnya. (Jul_bj)

Photo: jul_bj

Related Articles