Bisnis Jatim

ARTIKEL: Mati Suri

 Breaking News

ARTIKEL: Mati Suri

ARTIKEL: Mati Suri
June 07
23:18 2017

Tanah ini bukannlah sekedar tanah. Tanah ini menyimpan banyak cerita bukan hanya tetesan keringat,air mata dan darah tapi langkah dan suara tak juga hati dan pikiran yang bekerja di bantu dengan pacu jantung dan paru untuk bernafas, semua bekerja saling membantu untuk membangun tanah ini, kini telah menjadi sebuah kota. Sama seperti dulu tanah ini juga mahal sehingga menyimpan detak layaknya manusia menyimpan keindahan dan eksotika tersendiri. Tanah yang menjadi lebih sexy dengan perkembangan yang seimbang dengan nilai perjuangannya akan lebih cantik di tata dari pada semua menjadi kota yang tak punya cerita tentang denyut yang pernah lahir terlebih dahulu di tanah yang menjadi kota ini, bukan untuk hanya dikenangan,dipelajari dan di ingat tapi bagai mana cara kita menjaga karena ini warisan denyut awal tanah menjadi kota, gubuk menjadi rumah, rumah menjadi ruko dan ruko mejadi pencakar langit yang terus berkembang, bukan menolak untuk berdenyut yang lebih besar tapi ingat denyut awal yang merubah tanah menjadi kota, harap di tata harap di ingat itu warisan denyut yang membuat semua ini menjadi seperti ini, menangis bila tau denyut yang memperjuangkan tanah ini tak di kenang, mereka tak mau di kenang tapi bagaimana bentuk ucapan terima kasih kita kepada mereka, perlu belajar dengan masa dan cara kita, tanah yang berubah menajdi kota saat ini sebenarnya sedang di rebut tapi karena kita tak belajar tentang itu kita tak sadar, perlu tamparan seperti apa, atau setrum yang kuat agar nadi ini sadar, tekanan yang di berikan saat ini ialah sebuah kesengan yang kita tak disadari, bagaikan penyakit jantung yang akan membuat kita mati tiba-tiba. apakah siap?
Siapkah generasi selanjutnya tak bernafas, tak bergerak,tak merasa tanah dan kota ini yang dia seharusnya memiliki dan merasakan.
Dari sebuah tulisan hingga gambaran dan gambaran yang bergerak menjadi doktrin dibawah alam sadar kita yang menggerogoti ingatan kita tentang masa lalu, “Move On” bukan berarti melupakan saja, tapi harus belajar. Di bawah alam sadar kita semua kata yang mereka buat itu ialah untuk melupakan segalanya tentang tanah ini dahulu, dengan di bumbuhi sebuah hal baru dengan cara mengemas yang indah dan menarik sehingga kita nadi-nadi semangat baru dari tanah kota ini lupa akan segalanya yang terdahulu. Senjata bukanlah timah panas yang menjadi pelurunya tapi media itulah saat ini yang menjadi peluru untuk menghentikan nadi kita.
Bukan untuk melawan atau memprofokasi keadaan tapi ini hanya cara yang bisa aku, kamu, kita, kami dan semua untuk sadar utnuk mempertahankan dan melanjutkan nadi mereka yang terdahulu dengan cara yang saat ini.

Sumber: fausan

(Admin)

Related Articles