Bisnis Jatim

Temukan Pegunungan Di Cafe Unik

 Breaking News

Temukan Pegunungan Di Cafe Unik

Temukan Pegunungan Di Cafe Unik
July 24
14:56 2017

Malang, bisnisjatim.co -‘Congratulation. You are now at Puncak Soerabaia 0003 m dpl’. Begitu yang tertulis dipapan kecil yang terpampang ketika masuk ke cafe Travel Mie di Jl Raya Mulyosari 171 Malang. Papan petunjuk itu ingin menunjukkan seolah cafe itu berada di dataran tinggi.

Ketika masuk kedalam, ada deretan 10 tenda. Menciptakan suasana seperti di gunung,Travel Mie menempatkan tenda-tenda gunung.

Di tengah cafe, tumpukan kayu dibentuk mengerucut dan di puncak kerucutnya dipasang lampu sehingga tampak seolah api unggun.

Selain itu, setiap 15 menit sekali, muncul asap buatan dari langit-langit, menggambarkan kondisi kabut ala pegunungan.

Dan juga wallpaper besar bergambar gunung menambah kental suasana gunung. Itu memang sengaja dibuat untuk menciptakan suasana dan pemandangan di pegunungan.

Maksimal empat konsumen yang muat ditenda kecil, sedangkan tenda besar bisa menampung sembilan orang sekaligus. Karena tempat yang agak tertutup, konsumen bisa menggunakannya untuk ngobrol sembari leyeh-leyeh. Ada juga konsumen keluarga yang membawa anaknya dan menidurkannya di dalam tenda.

Suasana cafe yang didesain layaknya berada di pegunungan itu diapresiasi positif konsumen. Seperti penuturan warga asing dari Madagaskar, Sovia (18). Perempuan asal Surabaya mengaku sudah 3 kali ini ke Travel Mie.

“Saya menyukai tempat ini, suasana dan pemandangan tak luput dari suasana pegunungan” ungkap Sovia.

Diapun mencoba masuk ke dalam tenda tenda yang tersedia dan menikmati suasana alam buatan tersebut.

“Ini cafe dengan konsepbyang unik, saya belum pernah menemukan cafe yang berkonsep seperti ini” ungkapnya.

“Konsep dan suasana ini kreatif dan saya pikir belum ada di Surabaya. Ada tenda, api unggun mainan dan asap mirip kabut. Suasana berasa seperti di gunung,” tutur pria yang suka travelling di kenal dengan nama Samuel.

Saat itu Samuel juga mengajak pacarnya, Serena (23) menikmati mie yang dipesan di cafe itu. Perempuan asal Bekasi ini juga cukup terkesan dengan suasana itu.

Supervisor Travel Mie, Eva Rosdia Wahyu menuturkan, cafe ini memang baru berdiri sekira enam bulan atau pada November 2016 silam. Cafe ini berawal dari keinginan pemiliknya, Bara Aziz, yang menyalurkan hobinya travelling dan sekalian membuka usaha.

“Cafe ini dulu awalnya ada di Jakarta pada 2014 lalu. Dulu hanya buka usaha dengan dua tenda saja dan menunya mie saja,” tuturnya.

Seiring waktu, bisnis ini rupanya berkembang pesat. Tak heran, Travel Miekemudian dibuka di Surabaya dengan sistem francise dan tak lama kemudian dibuka di Malang. Konsep yang diusung juga sama persis, yakni dengan suasana camping ala pendaki.

“Dengan konsep ini, maka segmen konsumen yang tertarik adalah mulai dari remaja hingga dewasa muda atau yang sudah bekerja. Konsumen yang datang berkelompok untuk menggelar arisan, reuni atau ulang tahun juga banyak,” paparnya.

Meski konsep camping yang jadi jualan utama, namun Travel Mie juga menyediakan menu-menu makanan yang ringan namun tetap menarik para remaja hingga dewasa muda. Dengan menu Simaksi alias Surat Izin Memasuki KawasanTravel Mie, konsumen bisa menikmati beberapa sajian mie instan Travel Miedengan harga Rp 11-13 ribu.

Tak hanya itu saja, ada juga sajian Nasi Bakar dengan beberapa varian, juga harga Rp 13-17 ribu. Lalu Nasi Bakar Keju dengan beberapa rasa, yang berharga Rp 18 ribuan. Yang terbaru adalah menu Sushi kering dengan beberapa varian rasa, yang dibandrol Rp 13 ribuan.

“Menunya tak hanya mie saja, tapi kami tambahkan dengan makanan ringan lainnya,” ujarnya.

Yang pasti, dengan beragam menu itu, konsumen bisa menyesuaikan selera lidah dengan suasana di cafe. Jika ingin menikmati sensasi camping ala pendaki, maka konsumen bisa menikmati santapan ringan di dalam tenda. Apalagi, jam buka cafe ini termasuk lama, yakni mulai pukul 11.00 hingga 24.00 WIB. (jul)

Related Articles