Bisnis Jatim

Hakim PN Surabaya Vonis Mantan Dirut Empire Palace Bebas Dari Hukum

 Breaking News

Hakim PN Surabaya Vonis Mantan Dirut Empire Palace Bebas Dari Hukum

Hakim PN Surabaya Vonis Mantan Dirut Empire Palace Bebas Dari Hukum
August 24
10:33 2017

Surabaya, bisnisjatim.co – Majelis hakim yang diketuai Unggul Warso Mukti bebaskan terdakwa Trisulowati Djusuf alias Chin Chin dari kasus pencurian dokumen perusahaan yang ketika itu menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Empire Palace yang dilaporkan oleh Gunawan (mantan suaminya sendiri) selaku Komisaris PT Blauran Cahaya Mulia (BCM).

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (23/08), hakim menyatakan bahwa Chin Chin bebas dari hukum. Dalam pertimbangannya, hakim menilai unsur pidana penggelapan yang didakwakan jaksa tidak terbukti lantaran dokumen perusahaan bisa dipindah tempat untuk kepentingan audit. Status Chin Chin sebagai direktur saat itu berwenang untuk menjalankan roda operasional dan manajemen perusahaan, termasuk melakukan audit.

Sedangkan untuk pasal pencurian, juga tidak terbukti. Hakim berpendapat status saat perkara ini dilaporkan, status antara terdakwa dengan pelapor masih terikat hubungan suami istri dan tidak ada perjanjian pisah harta. “Menyatakan dakwaan jaksa tidak terbukti dan membebaskan terdakwa dari segala tuntutan,” ujar hakim Unggul membacakan amar putusannya.

Atas putusan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sumantri dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya secara tegas belum mengambil langkah hukum lanjutan. “Kemungkinan kasasi dan akan kita laporkan vonis ini ke pimpinan,” ujarnya.

Sementara itu menanggapi putusan tersebut, Hotman Paris Hutapea, salah satu anggota tim penasehat hukum terdakwa mengatakan bahwa putusan hakim merupakan langkah yang tepat. “Karena fakta persidangan mengungkapkan bahwa ibu Chin Chin adalah korban kriminalisasi dan itu dibuktikan dengan adanya putusan ini. Ada dua inti penting dari putusan tersebut, salah satunya audit yang dilakukan direksi merupakan perintah undang-undang. Bagi siapa yang melakukan perintah undang-undang tidak bisa dipidana,” ujar Hotman.

Selain itu, terkait ditanya langka menuntut balik yang bakal diambil pihaknya, Hotman mengaku masih belum berkosentrasi ke arah itu. “Yang pasti kita mengharapkan nurani jaksa terbentuk. Perkara ini bukan perkara pidana,” terangnya.

Sementara itu dalam persidangan kali ini Arteria Dahlan, anggota komisi VIII DPR RI, memantau langsung jalannya persidangan serta mengapresiasi putusan hakim. Ia juga berpesan kepada para penegak hukum, jangan begitu mudahnya mengkriminalkan setiap laporan.

“Perlu pencermatan, agar saat perkara sudah masuk ke pengadilan benar-benar sudah ada materi muatan kriminalnya, sehinga tidak membuang waktu dan biaya. Semoga ini bisa dijadikan pembelajaran bagi polisi dan jaksa. Kita juga mengapresiasi hakim PN Surabaya. Selamat kepada manjelis hakim, anda mampu menjadi hakim-hakim pejuang yang tahu bagaiman memilah sehingga terpenuhi keadilan bagi masyarakat Surabaya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Chin Chin jadi pesakitan setelah dilaporkan suaminya sendiri, Gunawan Angka Widjaja dengan tuduhan pencurian dokumen perusahaan. Sebelum berseteru, perseroan yang menangani operasional gedung megah Empire Palace itu dikelola bersama oleh pasutri ini, dengan posisi jabatan Chin Chin sebagai Direktur Utamanya dan Gunawan sebagai Komisaris Utama. (Bj6)

Related Articles