Bisnis Jatim

Zeiss Vision Center Buka Gerai di Plaza Tunjungan

 Breaking News

Zeiss Vision Center Buka Gerai di Plaza Tunjungan

Zeiss Vision Center Buka Gerai di Plaza Tunjungan
December 08
22:30 2017
Surabaya, bisnisjatim.co  – Zeiss, perusahaan internasional terdepan dalam dunia optikal dan ofthalmik, bekerja sama secara ekslusif dengan Optik Tunggal, meresmikan gerai baru Zeiss Vision Center seluas sekitar 200 meter persegi di  Tunjungan Plaza 6, Surabaya. Ini adalah gerai ketiga setelah dua gerai sebelumnya hadir di Plaza Indonesia dan Senayan City, Jakarta.

Tedd Ho, Commercial Head-Indonesia & Asia Distributor ‎Carl Zeiss Vision, mengatakan Zeiss mengembangkan dan mendistribusikan optik litografi, teknologi pengukuran, mikroskop, teknologi medis, lensa kacamata, kamera dan lensa cine, teropong dan teknologi planetarium. Dari awal berdiri pada 1846, Zeiss selalu mencoba menciptakan produk-produk yang berkualitas. Usaha tersebut tidak sia-sia karena  Zeiss kini menjelma menjadi produsen lensa terbaik di dunia.

“Nama-nama besar seperti Sony, Nokia, Rollei, dan Hasselblad merupakan perusahaan yang menggunakan teknologi Zeiss untuk kebutuhan optiknya,” ujar Tedd saat Talkshow & Demo Feel the New Experience of Innovative Solutions from ZEISS Vision Center di Plaza Tunjungan, Surabaya, Kamis (7/12). Tampil sebagai pembicara  lain dalam talkshow tersebut Diandra Gautama (Pebalap dan Model); Opa Jahja (Executive Director), dan Fahmi Adimara (Travel Photographer, Google Street View Trusted Photographer).

Menurut Tedd, ada empat keunggulan produk Zeiss  yang patut untuk diperhitungkan. Pertama, clarity. Kualitas bahan lensa yang digunakan akan menghasilkan lensa dengan kejernihan yang tinggi. “Ini akan membuat penglihatan yang optimal dengan lensa yang jernih pada semua area lapang pandang yang menyesuaikan fisiologi mata,”  katanya.

Kedua, Opthalmic Base Curve. Presisi pada lensa dibuat sebaik mungkin sehingga membuat penglihatan yang tajam dan nyaman sampai ke tepi lensa. “Sekalipun pada lensa dengan ukuran prisma yang tinggi, tajam penglihatan akan tetap nyaman di seluruh bagian lensa,” ujarnya.

Keunggulan ketiga, tambah Tedd, adalah Antistatic Property  yakni memiliki multicoating yang mumpuni. Lapisan antistatic berada di bagian tengah sehingga membuat lensa ini lebih terjaga dalam perawatanya. “Keempat  berupa marking. Demi menjaga originalitas lensa, Zeiss logo “Z” di setiap lensanya. Ukiran ini tidak akan mengganggu kenyamanan dalam menggunakan lensa tersebut,” ujar dia.

Kelebihan lain dari lensa Zeiss adalah bahwa lensa optik tidak diciptakan dalam kapasitas yang sama. Tedd menuturkan lensa optik untuk setiap konsumen dibuat dengan mengamati preskripsi sesuai kebutuhan. “Hal ini didukung dengan teknologi yang unggul, garis rancangnya dibuat dengan memerhatikan lekuk bingkai kacamata dan presisi pada wajah,” terangnya.

Inovasi
Meskipun memiliki banyak keunggulan, Tedd menegaskan Zeiss tetap berinovasi dengan menghadirkan produk-produk yang selalu baru dan mengikuti perkembangan zaman. Inovasi mendorong lahirnya Zeiss Digital Lenses pada 2014, dilanjutkan dengan Zeiss Precision with Digital Inside Technology setahun kemudian.

Dewasa ini perangkat digital merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang dan digunakan hampir sepanjang hari. Kondisi ini menyebabkan mata terus berupaya mendapatkan fokus penglihatan dekat yang jelas dan juga sering kali berpindah fokus penglihatan dari jarak jauh ke dekat secara terus menerus.

“Sekitar 9 dari 10 orang mengalami Digital Eye Strain seperti mata akan terasa tegang dan lelah, penglihatan kabur, serta postur tubuh yang tidak nyaman setelah menggunakan perangkat digital selama tiga jam lebih setiap hari. Kehadiran lensa digital Zeiss mendukung multitasking digital lifestyle dan penggunakan alat digital secara terus menerus. Lensa yang bisa digunakan dari pagi hingga malam ini membatu mata untuk fokus lebih mudah,” tutur Tedd.

Kondisi ini tidak hanya dialami oleh presbyopa (usia > 40 tahun) tetapi juga pada usia sebelum itu (antara 30-40 tahun). “Digital lens adalah solusi untuk range usia tersebut yang mengeluh mata lelah saat banyak beraktivitas di depan perangkat digitalnya. Digital lens juga dilengkapi lapisan perlindungan bagi mata dari bahaya sinar biru,” kata Tedd.

Pada 2016, lahir inovasi berupa Zeiss DriveSafe yang ditujukan untuk keamanan dan kenyamaan saat berkendara. Lensa ini memungkinkan pengemudi memiliki pandangan yang jelas dalam kondisi cahaya remang-remang, serta mengurangi kilauan cahaya akibat lampu kendaraan yang sedang berpapasan. Lensa ini memberikan 43% area menengah lensa lebih luas untuk kemudahan perpindahan fokus penglihatan dari dashboard, kaca spion dan jalanan serta 14% lebih luas untuk area jauh lensa dan kenyamanan serta penglihatan jauh yang luas.

DuraVision® DriveSafe Coating by ZEISS dapat mengurangi silau dari cahaya lampu mobil yang datang maupun lampu jalanan hingga 64%. Penerapan Luminance Design dengan memperhitungan lebar pupil mata pada kondisi cahaya rendah, memberikan penglihatan yang nyaman dan aman pada kondisi cahaya rendah seperti saat malam maupun hujan.

Foto: its

Sementara pada 2017, kata Tedd, dikenalkan Zeiss EnergizeMe. Pemakaian lensa kontak yang terlalu lama akan mengakibatkan ketegangan serta memicu iritasi mata. Maka, harus ada kacamata cadangan yang nyaman. “EnergizeMe adalah yang pertama kali diciptakan untuk pemakai lensa kontak agar mata kembali segar setelah lama memakai lensa kontak sekaligus melindungi mata dari sinar biru yang berasal dari perangkat digital,” terangnya.

Zeiss juga menawarkan Office Lens. Pemakai lensa progresif (usia > 4 0 tahun) saat banyak beraktivitas untuk jarak menengah dan dekat di dalam ruangan biasanya akan mengeluh lehernya pegal, mata lelah karena keterbatasan area penglihatan jarak menengah pada lensa progresif. Sehingga dibutuhkan kacamata kedua sebagai solusinya, dan Office Lens akan mengatasinya. “Lensa ini tersedia dalam beberapa pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jarak kerja pemakainya dan bisa melindungi mata dari sinar biru perangkat digital,” tuturnya.

Lensa Office menggunakan teknologi yang dinamakan Maximum Intermediate Distance (M.I.D) yang memberikan penglihatan optimal dengan tiga pilihan jarak penglihatan Near, Medium dan Room sehingga pemakai saat melihat objek dengan postur tubuh yang normal dan terbebas dari rasa nyeri pada punggung dan leher.

Lapisan warna lensa yang tersedia clear dan Photofusion . Photofusion merupakan lensa clear dengan manfaat lebih yaitu bisa berubah warna lebih gelap sesuai kebutuhan mata.  “Kita tidak perlu berganti kacamata saat beraktivitas di lingkungan yang berbeda (indoor/outdoor). Photofusion juga akan melindungi mata kita dari sinar UV yang berbahaya dengan perlindungan maksimal. Saat berubah warna, penglihatan kita tetap tajam dan kontras,” tegas Tedd.

Diandra Gautama  yang berprofesi sebagai pebalap dan model setiap hari menggunakan lensa EnergizeMe. Opa Jahja yang pernah beken ketika mengomandani acara musik Dahsyat di salah satu televisi swasta nasional lebih nyaman menggunakan Office Lens. Sementara pribadi aktif yang dinamis seperti Fahmi Adimara memakai Lensa Digital Photofusion. (Bj7)

Related Articles