Bisnis Jatim

Japanese Beautiful Art

 Breaking News
  • Indosat Ooredoo Salurkan Donasi CSR Ramadan Berbagi untuk Bersatu di 10 Kota Surabaya (Bisnisjatim.co) – Indosat Ooredoo, perusahaan digital telekomunikasi terdepan di Indonesia, menetapkan bulan Ramadan ini sebagai bulan berbagi untuk bersatu melawan penyebaran Covid-19. Hal ini merupakan implementasi program CSR yang...
  • Semakin Seru-Seruan Bareng Smartfren Rebut hadiah senilai jutaan rupiah di TikTok Challenge #KuotaAntiWasWas  Surabaya (bisnisjatim.co) – Memasuki bulan Ramadan kali ini, Smartfren menggelar sederet  aktivitas di sosial media.  Rangkaian aktivitas Smartfren di sosial media...
  • Smartfren dan Ruangguru Kolaborasi Memajukan Pendidikan di Kabupaten Natuna ● Dukungan Terhadap Program Pemerintah untuk Berdayakan Desa 3T ● Upaya Smartfren & Ruangguru untuk Mendukung proses belajar dari Rumah selama pandemic Covid-19 Jakarta, 6 Mei 2020 – Berkaitan dengan...
  • Indosat Ooredoo Luncurkan CloudVoice Solusi Bagi Pelanggan Korporat Mempertahankan Bisnis di Tengah Situasi Pandemi Covid-19 Jakarta  (bisnisjatim.co) – Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) telah mengubah cara masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk juga berdampak pada...
  • SETELAH LAMPUNG, EMTEK PEDULI CORONA KINI BERGERAK KE JAMBI Sebaran Titik Bantuan APD Makin Meluas Ke Berbagai Rumah Sakit Di Indonesia Jakarta (bisnisjatim.co) – Amanah pemirsa melalui EMTEK Peduli Corona terus dijalankan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) dengan...

Japanese Beautiful Art

Japanese Beautiful Art
March 09
13:11 2018

Walau dikenal sebagai negara maju, Jepang tetap dapat mempertahankan tradisinya hingga kini. Salah satunya tampak dari berbagai karya seni yang walau memiliki tampilan kekinian, namun dibuat dengan teknik yang telah dipergunakan dan tetap terpelihara selama ratusan tahun, dan telah diwariskan secara turun-temurun. House of Sampoerna (HoS) menjalin kerjasama dengan seniman dari Jepang dalam menggelar pameran bertajuk “Japanese Beautiful Art” yang diselenggarakan di Galeri House of Sampoerna (HoS) pada tanggal 9-31 Maret 2018.

Pameran yang menampilkan 35 karya seni khas negeri sakura ini melibatkan 5 (lima) seniman dengan latar belakang kesenian yang berbeda. Soho Konishi misalnya, adalah generasi ke empat dari Miyabi School yang terus berupaya aktif mengembangkan Oshie. Oshie adalah seni tradisional tiga dimensi khas Jepang yang sudah ada sejak jaman Edo (1603-1867), dan terbuat dari hasil penyatuan bahan kimono dan chiyogami (kertas Jepang) yang diisi dengan kapas atau spons. Seperti halnya Soho, Mikiko Shimizu mempersembahkan jenis kesenian Ikebana, yakni seni merangkai bunga yang berkembang di Jepang sejak abad ke-6. Sedangkan Daiki Matsunaga, pria lulusan Fakultas Seni dari Universitas Kyoto Seika mengangkat Chookoku yaitu seni pahat khas Jepang melalui karyanya yang sangat unik. Tidak hanya menggambarkan makhluk hidup disekitarnya, karya pahat ciptaannya juga berbentuk figur imajiner, bahkan juga terinspirasi oleh cerita-cerita khayalan negeri dongeng seperti cerita peri yang tinggal jauh di dalam hutan pada karyanya yang berjudul “Listen to the trees voices”.

Dengan kekuatan goresan tangan dan fude pen (brush pen), Yuri Fujita menghasilkan karya lukis minimalis berbentuk wajah, seperti pada karya berjudul “Tobu” (terbang). Dan Guy Hirose, yang mengawali karir sebagai seorang pematung, justru mempersembahkan instalasi yang mengekspos tentang Surabaya dengan judul “Surabaya Artiques”, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Surabaya.

“Harapan saya pameran ini dapat dinikmati serta diapresiasi oleh masyarakat luas khususnya masyarakat Surabaya. Sehingga masyarakat dapat mengenal lebih jauh kesenian asli Jepang” ujar Soho Konishi peserta sekaligus koordinator pameran.

Related Articles