Bisnis Jatim

Ludruk Film Inovasi Dari Group Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara

 Breaking News
  • Latih Kewirausahaan Dengan Kelola Limbah Surabaya, bisnisjatim.co – Kotoran sapi kebanyakan hanya dimanfaatkan untuk pupuk kandang namun tanpa proses pengolahan. Biasanya kotoran sapi itu hanya dibiarkan mengering di suatu lahan dan setelah kering baru digunakan...
  • NUANSA HALLOWEEN ALA CROWN PRINCE HOTEL Surabaya, Bisnisjatim.co -Dalam rangka mempererat hubungan dengan rekanannya, Crown Prince Hotel Surabaya mengadakan “Booker Gathering” dengan tema Halloween tepat pada tanggal 31 Oktober 2019. Sesuai dengan tema, para tamu banyak...
  • Siaran Pers: General Manager Sambut Para Tamu Surabaya, Bisnisjatim.co -Tamu Pertama Disambut GM – Virginie Tutin Sandstrom, selaku General Manager Hotel HARRIS Bundaran Satelit Surabaya bersama jajaran tim departemen yang lain, menyambut dengan hangat Bapak Liem dan...
  • Siaran Pers: Intergrasikan Mindset Intrapreneur Pendidikan Surabaya, Bisnisjatim.co – Meningkatnya angka lulusan SMK disebabkan kurikulum SMK yang mengakomodir kebutuhan dunia industry saat ini. Ravolusi industry 4.O mengharapkan siswa SMK cakap menggunakan gadget serta mampu membuat inovasi...
  • Memadukan Batik dalam Gaya Etnik Oriental Surabaya  (bisnisjatim.co) – Nama Elok Nadia bukan lagi nama yang asing lagi di dunia fashion khususnya busana muslim di Surabaya. Sudah lebih dari satu dasawarsa menengakkan benderanya sendiri dengan merek...

Ludruk Film Inovasi Dari Group Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara

Ludruk Film Inovasi Dari Group Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara
March 09
14:31 2018
Bisnisjatim.co – Dalam memperingati Hari Film Nasional 2018. Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara kebanggaan Kota Pahlawan memberi sebuah penampilan dengan tema Lakon Guruku Tersayang, dibawakan di gedung Kebudayaan Balai Pemuda Surabaya(08/03).
 Meimura sebagai sutradara dan juga sebagai pimpinan Ludruk Irama Budaya, mencoba mengadaptasi naskah teater “Bui” karya Akhudiat. Menyajikan lakon “Guruku Tersayang”, ratusan undangan dan penonton  dimanjakan oleh akting menakjubkan para pemain ludruk film berjumlah total 30 orang.

 Ludruk film dibuat sekreatif mungkin. Memadukan kearifan seni asli daerah dengan proses sinematografi. Hasilnya, mengagumkan. Sebuah inovasi tanpa merubah pakem ludruk yang ada. Ini menjadi sebuah sajian yang sedikit berbeda dizaman saat ini.
“Kita akan menggaet anak muda untuk mengerti tentang ludruk. Film kita pilih supaya menambah variabel dalam kesenian ludruk yang ada. Dengan lahirnya ludruk film, harapan kami penonton akan lebih banyak,” Ujar Meimura.
Pergerakan ludruk dalam dua tahun terakhir mendapat perhatian dari banyak pihak. Karena ludruk kini banyak mengangkat tema – tema baru yang diadaptasi dari karya para sastrawan. Surabaya pun tanpa ludruk terasa tidak lengkap.
Meimura berharap respon yang semakin baik mampu meningkatkan spirit para senior Ludruk Irama Budaya, karena saat ini prosesnya sudah berada di dalam lintas generasi.

Related Articles