Bisnis Jatim

Siaran Pers: BPJS Kesehatan Surabaya Tambah Fasilitas Kesehatan

 Breaking News
  • IBT EXPO 2019, GELAR MISI DAGANG DAN BURSA KOMUDITAS INDONESIA BAGIAN TIMUR Surabaya,bisnisjatim.co -Indonesia Bagian Timur memiliki potensi unggulan layak untuk dieksplorasi dan dipromosikan dari berbagai sektor kemaritiman antara lain perikanan, kelautan, kehutanan, pariwisata yang tentusaja menghasilan berbagai komoditas yang seperti KOPI,...
  • Siaran Pers: ARC BY CROWN GROUP RAIH 3 PENGHARGAAN MBA Bisnisjatim.co -Ikon global di Sydney, Arc by Crown Group, berhasil memenangkan tiga penghargaan industry paling bergengsi di perhelataan 2019 MBA Awards di The Star Event Center pada Sabtu malam: Best...
  • Latih Kewirausahaan Dengan Kelola Limbah Surabaya, bisnisjatim.co – Kotoran sapi kebanyakan hanya dimanfaatkan untuk pupuk kandang namun tanpa proses pengolahan. Biasanya kotoran sapi itu hanya dibiarkan mengering di suatu lahan dan setelah kering baru digunakan...
  • NUANSA HALLOWEEN ALA CROWN PRINCE HOTEL Surabaya, Bisnisjatim.co -Dalam rangka mempererat hubungan dengan rekanannya, Crown Prince Hotel Surabaya mengadakan “Booker Gathering” dengan tema Halloween tepat pada tanggal 31 Oktober 2019. Sesuai dengan tema, para tamu banyak...
  • Siaran Pers: General Manager Sambut Para Tamu Surabaya, Bisnisjatim.co -Tamu Pertama Disambut GM – Virginie Tutin Sandstrom, selaku General Manager Hotel HARRIS Bundaran Satelit Surabaya bersama jajaran tim departemen yang lain, menyambut dengan hangat Bapak Liem dan...

Siaran Pers: BPJS Kesehatan Surabaya Tambah Fasilitas Kesehatan

Siaran Pers: BPJS Kesehatan Surabaya Tambah Fasilitas Kesehatan
December 15
11:39 2018

Surabaya, bisnisjatim.co – Dalam meningkatkan dan meluaskan pelayanan pada peserta program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Surabaya terus berupaya melakukan penambahan kerjasama dengan berbagai Fasilitas Kesehatan (faskes), maupun Optik sebagai pendukung atau supporting kesehatan yang juga ditanggung BPJS Kesehatan.

Terkait dengan hal ini, BPJS Kesehatan Cabang Surabaya melakukan penandatanganan kerjasama dengan Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Surabaya yang berlokasi di jalan KH Mas Mansyur No. 180-182 Surabaya, Jumat (14/12).

“Dengan bergabungnya RS PKU Muhammadiyah ini dalam jajaran faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tentu saja akan memperkuat, memperluas dan mempermudah pemberian pelayanan kesehatan pada peserta program JKN-KIS yang ada di Surabaya,” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Herman Dinata Mihardja.

Hadir dalam acara penandatanganan ini, Direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya Dr. dr. Enik Srihartati, M.kes., Sp.KK mengatakan bahwa pihaknya akan sangat memperhatikan masalah pelayanan pada pasien peserta program JKN-KIS, karena memang sudah menjadi keinginan RS PKU Muhammadiah untuk melayanin peserta BPJS Kesehatan.

“Tentu kami akan sangat memperhatikan hal itu. Apalagi untuk bisa bergabung dengan BPJS ini bukan hal yang mudah kami lakukan. Untuk bisa sampai seperti sekarang ini kami membutuhkan proses yang cukup panjang,” terangnya.

Bergabungnya RS PKU Muhammadiah yang menjadi Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan ke-49 yang bekerjasama dengan BPJS, menurut Enik, bukan menjadi akhir dari perjuangan, tetapi justru menjadi titik awal untuk bisa melayani masyarakat dengan lebih maksimal lagi.

“Semoga melalui kerjasama ini, bisa menjadi bagian amal soleh kami, kedepannya,” pungkas Enik.
Selain melakukan kerjasama dengan RS PKU Muhammadiah, hari ini BPJS Kesehatan KCU Surabaya juga melakukan penandatanganan perpanjangan kontrak kerjasama dengan 21 Optik di Surabaya untuk periode 2019.
Namun demikian, Herman Dinata Mihardja mengaku tidak membuat target berapa optik yang akan bekerjasama dengan BPJS karena memang optik merupakan supporting dari fasilitas kesehatan BPJS.

“Kami memang tidak memasang target jumlah untuk optik karena memang optik merupakan supporting dari faskes BPJS. Namun kami tidak menutup bagi optik yang ingin bekerjasama dengan BPJS. Tentunya setelah dilakukan credentialing atau penilaian apakah optik ini layak melayani peserta JKN-KIS atau tidak,” pungkas Herman. (*)

Related Articles