Bisnis Jatim

Kota dan Konstruksi Kesunyian

 Breaking News
  • IBT EXPO 2019, GELAR MISI DAGANG DAN BURSA KOMUDITAS INDONESIA BAGIAN TIMUR Surabaya,bisnisjatim.co -Indonesia Bagian Timur memiliki potensi unggulan layak untuk dieksplorasi dan dipromosikan dari berbagai sektor kemaritiman antara lain perikanan, kelautan, kehutanan, pariwisata yang tentusaja menghasilan berbagai komoditas yang seperti KOPI,...
  • Siaran Pers: ARC BY CROWN GROUP RAIH 3 PENGHARGAAN MBA Bisnisjatim.co -Ikon global di Sydney, Arc by Crown Group, berhasil memenangkan tiga penghargaan industry paling bergengsi di perhelataan 2019 MBA Awards di The Star Event Center pada Sabtu malam: Best...
  • Latih Kewirausahaan Dengan Kelola Limbah Surabaya, bisnisjatim.co – Kotoran sapi kebanyakan hanya dimanfaatkan untuk pupuk kandang namun tanpa proses pengolahan. Biasanya kotoran sapi itu hanya dibiarkan mengering di suatu lahan dan setelah kering baru digunakan...
  • NUANSA HALLOWEEN ALA CROWN PRINCE HOTEL Surabaya, Bisnisjatim.co -Dalam rangka mempererat hubungan dengan rekanannya, Crown Prince Hotel Surabaya mengadakan “Booker Gathering” dengan tema Halloween tepat pada tanggal 31 Oktober 2019. Sesuai dengan tema, para tamu banyak...
  • Siaran Pers: General Manager Sambut Para Tamu Surabaya, Bisnisjatim.co -Tamu Pertama Disambut GM – Virginie Tutin Sandstrom, selaku General Manager Hotel HARRIS Bundaran Satelit Surabaya bersama jajaran tim departemen yang lain, menyambut dengan hangat Bapak Liem dan...

Kota dan Konstruksi Kesunyian

Kota dan Konstruksi Kesunyian
December 23
14:51 2018

Surabaya, bisnisjatim.co – Bengkel Muda Surabaya (BMS) menggelar aksi kesenian dan budaya, memberikan semacam catatan terhadap permasalahan kota, Surabaya khususnya dan kota-kota Indonesia umumnya, Sabtu (22/12) malam.

Bertempat di Balai Pemuda Surabaya, aksi tersebut diberi tajuk ‘Kota dan Konstruksi Kesunyian’ berupa pertunjukan berdurasi kurang lebih 120 menit. Pertunjukan ini menyajikan sebuah orkestra dari berbagai unsur seni.

“Aksi tersebut merupakan pertunjukan kompilasi dari berbagai macam disiplin kesenian seperti tari, teater, musik, senirupa, film dan sastra, yang mencoba merespon kondisi dan kesibukan sebuah kota.

Aktor dari BMS saat menunjukan aksinya di Balai Budaya Surabaya

Masing-masing pelaku mengekspresikan hasil renungannya dari kondisi kota yang kompleks, termasuk didalamnya persoalan ekonomi, politik, budaya, termasuk pula permasalahan akses (serbuan,red) informasi global,” jelas Wali Muhammad, Ketua Panitia pertunjukan ‘Kota dan Konstruksi Kesunyian’.

Lebih lanjut Wali mengungkapkan, pertunjukan yang juga menampilkan aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu dimaknai sebagai ruwatan -membarui ‘kekeliruan’ lama- baik alam maupun tangan manusia, agar memberikan daya hidup kemanusiaan dalam dinamika kesibukan kota.

Mawas diri terhadap kapitalisasi dan komersialisasi kesenian yang selalu memikirkan untung rugi semata tanpa mengindahkan kesetaraan hak dan kesempatan.

“Pertunjukan ini tidak membagi cerita kecuali dimaksudkan untuk mencari landasan baru terciptanya kesenian urban (urban art,red). Mencoba menjawab tantangan warga kota agar seni tidak dipersepsi sebagai sebuah kesia-siaan yang membebani tapi menjadi potensi yang berkontribusi terhadap perkembangan sebuah kota,” jelas Wali.

Sementara itu, Ketua Bengkel Muda Surabaya Heroe Budiarto menuturkan, meski di tengah-tengah arus global, sebagai insan yang menggeluti di bidang seni dan budaya harus selalu terbuka, waspada dan lebih giat belajar serta mengasah kepekaan sosial. Kendati muncul istilah industri kreatif, badan ekonomi kreatif, revolusi indutri kreatif 4.0 dan masih banyak istilah seabrek lainnya.

“Kami menyakini bahwa perkembangan tersebut tidak boleh lepas meninggalkan aspek sosial, memanusiakan manusia. Menghargai manusia bagian dari perubahan atau peradaban. Tidak berpaling karena melesatnya teknologi dan hati nurani tidak menjadi peka dan terasah,” ujar Heroe.

Related Articles