Bisnis Jatim

Video: Seniman Ingatkan Penyelenggara Negara Tak Malu Malu Kucing Terhadap Ludruk

 Breaking News
  • IBT EXPO 2019, GELAR MISI DAGANG DAN BURSA KOMUDITAS INDONESIA BAGIAN TIMUR Surabaya,bisnisjatim.co -Indonesia Bagian Timur memiliki potensi unggulan layak untuk dieksplorasi dan dipromosikan dari berbagai sektor kemaritiman antara lain perikanan, kelautan, kehutanan, pariwisata yang tentusaja menghasilan berbagai komoditas yang seperti KOPI,...
  • Siaran Pers: ARC BY CROWN GROUP RAIH 3 PENGHARGAAN MBA Bisnisjatim.co -Ikon global di Sydney, Arc by Crown Group, berhasil memenangkan tiga penghargaan industry paling bergengsi di perhelataan 2019 MBA Awards di The Star Event Center pada Sabtu malam: Best...
  • Latih Kewirausahaan Dengan Kelola Limbah Surabaya, bisnisjatim.co – Kotoran sapi kebanyakan hanya dimanfaatkan untuk pupuk kandang namun tanpa proses pengolahan. Biasanya kotoran sapi itu hanya dibiarkan mengering di suatu lahan dan setelah kering baru digunakan...
  • NUANSA HALLOWEEN ALA CROWN PRINCE HOTEL Surabaya, Bisnisjatim.co -Dalam rangka mempererat hubungan dengan rekanannya, Crown Prince Hotel Surabaya mengadakan “Booker Gathering” dengan tema Halloween tepat pada tanggal 31 Oktober 2019. Sesuai dengan tema, para tamu banyak...
  • Siaran Pers: General Manager Sambut Para Tamu Surabaya, Bisnisjatim.co -Tamu Pertama Disambut GM – Virginie Tutin Sandstrom, selaku General Manager Hotel HARRIS Bundaran Satelit Surabaya bersama jajaran tim departemen yang lain, menyambut dengan hangat Bapak Liem dan...

Video: Seniman Ingatkan Penyelenggara Negara Tak Malu Malu Kucing Terhadap Ludruk

December 26
15:50 2018

Surabaya, bisnisjatim.co -Sebuah pertunjukan monolog dari seniman asal Surabaya pencetus Surabaya Membara Meimura menggeber karya monolognya yang bertakjuk Ritus Travesty (Tandak Cross Gender).

Ritus Travesty menceritakan kehidupan tandak (penari) laki-laki dalam kesenian ludruk yang sekarang sudah mulai langka dan praktis tidak ada yang menggantikan, ucap meimura saat dijumpai setelah latihan di Tobong Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/12).

Travesty dalam KBBI artinya parodi karikatur atau ejekan, bahkan ada yang mendevinisikan ejekan terhadap keadilan yang diraskan satu komunitas / elememen masyarakat. Lalu kenapa insan ludruk mengartikan sebagai wedokan atau tandak ludruk ? Pemain ludruk lelalti yang memerankan perempuan itu sebenarnya masuk Cross Gender. Benarkah pemain cross gender tahun 70’an Iebih rendah harkat dan martabatnya dari pada anjing? Pernyataan cross gender harkat dan martabatnya lebih rendah dari pada anjing dilontarkan budayawan dan sastrawan, penulis novel legendaris Ronggeng Dukuh Paruk » Achmed Tohari. ”Sekitar tahun 1967-72an, penari ronggeng cross gender di Banyumas,” jelas Achmed Tohari.

Sastrawan ini menyampaikan pernyataannya ketika ia tampil sebagai pembicara dalam Diskusi Cross Gender se Asia yang diselenggarakan penari Cross Grender Asia Didik Nini Towok dalam event yang diberi tajuk Reborn (17/10-2014) di Yogyakarta. Lebih jauh Tohari menjelaskan, waktu itu masa orde baru mulai mengepakkan sayapnya.

Para cross gender diharu biru, dikejar dipukul dan ditangkap oleh pamong praja kemudian dimasukkan penjara. Kehldupannya sangat hina, Iebih buruk daripada anjing berkeliaran di jalan-jalan. “Siapa mengira dalam rentang waktu 2 dekade kemudian, dalam masa reformasi ini mas Didik Nini Towok bisa kaya naik pesawat ke luar negeri dan namanya terkenal dimana mana papar novelis yang karya novelnya diterjemahkan di berbagai bahasa ini.

Kenapa bisa begitu ? kecerdasan rahasianya, Didik Nini Thowok nama astinya Didik Hadiprayitno, SST, pria WNI ketumnan ini punya nama lahir Kwee Tjoen Lian kemudian dipanggil Tjoen Lian ini tidak hanya puas dengan nyecep satu dua guru saja. tapi puluhan guru datangi dan belajar menari perempuan, beberapa maestro tari la dalami.

lnilah bedanya dengan bencong, ketika dialog ingin menampakkan perempuan jadi over acting bahkan Iebih wanita dibanding emaknya sendiri. Artinya pemeranan cross gender tidak seperti trans gender. Mungkin contoh kongkrit ia tidak menjadi Bunda Dorce yang merasa perlu harus operasi kelamin segala, Tajib adalah pria normal, punya isteri, punya anak dan cucu yang menemani kami wawancara dengan kakeknya. Tajib sangat berhasil memerankan Rusmini dalam 9 tokoh besut sejak tahun 1930-an, katanya. Besut boleh silih berganti, dari pak Santik ke figure lain cak Pono cak Jomblo dan lain-lain sepeninggal Santik.

Cross gender Iaiknya n wak Taji ternyata tak hanya di Jawa atau Indonesia saja, ketika seminar itu berlangsung di sebuah restoran di Yogyakarta (17/10-2014) beberapa nara sumber dari ThaiIand, Ma;aysia, Jepang hingga China dihadirkan oleh Didik Nini Thowok. Terus terang ada beberapa kami yang tidak mengerti bahasanya, tapi saya sulit tidak mengakui bahwa mereka sangangat piawai memerankan perempuan dengan gerakan yang lemah gemulai seperti putri Sumbodro itu. Apalagi ketika mereka malam hari menampilkan perannya dalam teater tradisi Jepang Noh yang Iuar biasa itu di Paku Alam Yogyakarta.

Ada pesan yang disampaikan terus-menerus, bagi pemain cross gender agar selalu belajar dan pintar. Tak boleh terlalu menyerah dengan keadaan, agar hidup dan kehidupan tidak hina dina seperti Iengger pasca G-30S, hidup dan kehidupannya Iebih rendah dari pada anjing.

Pelaku cross gender sekarang juga sedang diharu-biru oleh KPI dengan tidak boleh ada tayangan di televise, ini persepsi salah dan sama sekali tidak psikologis alasannya. Mereka kurang paham atau bahkan tidak mau memahami cross gender dan memilah dengan trans gender.

Trans gender sekalipun punya alasan psikologis yang masih debatable di antara ulama sekalipun. Itu sebabnya Hadratus Syekh Hasyim Asyari pendiri NU mengijinkan ayahnya cak Asmuni mendirikan Gambus Misri dekat pondok pesantren. Mbah Hasyim Asyhari sadar betul masalah trans gender ini harus dicarikan solusi, bukan hanya bisa melarang saja. lni persoalan sudah ratusan bahkan mungkin ribuan tahun, manusia tidak dapat menyelesaikannya.

Sumber: Semar Suwito

Related Articles