Bisnis Jatim

SENANSIA Pencegahan Keracunan Pada Kehamilan

 Breaking News

SENANSIA Pencegahan Keracunan Pada Kehamilan

SENANSIA Pencegahan Keracunan Pada Kehamilan
June 21
08:21 2019

Surabaya, Bisnisjatim.co – Kematian ibu hamil masih menjadi momok dilingkungan masyarakat. Pada faktanya, kematian ibu hamil di indonesia masih tinggi. Pada tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) Provinsi Jawa Timur mencapai 91,00 per 100.000 kelahiran hidup.

Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 89,6 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab tertinggi kematian ibu pada tahun 2016 adalah Preeklamsi/Eklamsi yaitu sebesar 30,90% atau sebanyak 165 orang.

Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2016, Preeklamsia termasuk penyebab utama kematian ibu hamil, kemudian disusul oleh perdarahan dan penyebab lain-lain.

Penyebab tertinggi kematian ibu hamil pada tahun 2016 adalah Preeklamsi/Eklamsi yaitu sebesar 30,90% atau sebanyak 165 orang. Sedangkan penyebab paling kecil adalah infeksi sebesar 4,87% atau sebanyak 26 orang.

Salah satu penyebab kematian terbesar yaitu Preeklampsia, yaitu suatu gangguan yang terjadi pada masa kehamilan. Preeklamsia diartikan sebagai peningkatan tekanan darah dan adanya protein dalam urin yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu.

Di Surabaya sendiri adanya kasus Preeklampsia masih tinggi. Setelah diteliti pada pasien yang menderita preeklamsia di Surabaya, diperoleh beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya preeklamsia berdasarkan usia, status paritas, Indeks Massa Tubuh (IMT), riwayat hipertensi, riwayat hipertensi pada keluarga dan pendidikan terakhir penderita.

Dari hasil riset diperoleh kasus preeklamsia tertinggi terjadi pada usia usia >35 tahun. Kehamilan pertama kali juga memiliki risiko lebih tinggi dari ibu yang pernah melahirkan anak, kegemukan juga menjadi penyebab tertinggi. Akan tetapi, kasus ini tidak ada terkait dengan riwayat keluarga yang pernah menderita sakit yang serupa dan pendidikan terakhir penderita.

Jadi, ada beberapa hal yg patut diwaspadai untuk menghindari kondisi tersebut antara lain mempersiapkan kehamilan jika diatas usia 35 tahun seperti rajin mengkonsumsi bayam yang mengandung antioksidan tinggi dan asam folat, buah-buahan golongan berry seperti stroberry, raspberry, cerry, untuk mengantisipasi kerusakan sel pembuluh darah karena proses penuaan.

Berat badan dan tinggi badan yang ideal harus dicapai sebelum berencana akan hamil, perawatan kehamilan yang tepat, pemeriksaan kehamilan memungkinkan untuk deteksi dini masalah kesehatan dan komplikasinya, menambah wawasan dengan cara mengikuti penyuluhan di Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. Hal tersebut perlu di terapkan untuk mencegah adanya resiko kematian saat hamil.

Mahasiswa kedokteran ini memiliki inovasi untuk menghindari gejala terjadinya keracunan kehamilan (preekalmsia) pada tahap awal agar tidak semakin parah. Gejala preeklampsia pada ibu hamil seperti tekanan darah meningkat hingga diatas 140/90 mmHg.

Pembengkakan pada beberapa anggota tubuh, sesak nafas karena adanya cairan pada paru-paru, sakit kepala parah, mual dan muntah, gangguan penglihatan. Mereka menawarkan program untuk mengatasi gejala dini preeklamsia dengan gerakan SENANSIA (Senam Ringan Preeklampsia), Meliputi beberapa gerakan antara lain menarik nafas dalam sebanyak 3 kali dan tahan nafas selama 5 detik, jalan lambat 10 langkah diikuti dengan tarikan nafas perlahan dan gerakan tangan mengikuti langkah kaki, hindari langsung beranjak dari tempat setelah bangun tidur, makan porsi kecil untuk menghindari mual dan ketika sesak nafas terjadi segera duduk condong kedepan sedikit membungkuk.

Program SENANSIA (Senam Ringan Preeklampsia) ini di harapkan dapat membantu mencegah timbulnya gejala dini preeklampsia.

Related Articles