Bisnis Jatim

Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS, Mentode Pembayaran Berbasis QR Code

 Breaking News

Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS, Mentode Pembayaran Berbasis QR Code

Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS, Mentode Pembayaran Berbasis QR Code
August 23
06:43 2019

Yogyakarta, bisnisjatim.co -Bank Indonesia meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan sejak Mei 2019 lalu. Sistem pembayaran juga harus mengikuti perkembangan teknologi menyusul industri 4.0.

Kembangkan sistem non tunai kafrena pembayaran tunai selama ini mahal, tidak efisien dan belum lagi keamanannya. Menggunakan QRIS, transaksi pembayaran bisa jadi lebih aman, efisien, dan tidak mahal.

(Kiri kanan) Musni Hardi Kasuma Atmaja, Kepala KPw BI Kediri. Difi A. Johansyah, Kepala KPw BI Prov Jatim. Abrar, Kepala Divisi SP-PUR KPw BI Prov Jatim. Azka Subhan A, Kepala KPw BI Malang, saat mensosialisasikan QRIS, metode pembayaran berbasis QR Code.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi A Johansyah, pada Bincang-Bincang Media (BBM), di Pendopo nDalem Restaurant, Yogyakarta, Kamis (22/8/2019) malam menjelaskan, QRIS ini bertujuan menyatukan platform sistem pembayaran non tunai yang sifatnya nasional.

“Kita punya platform yang mandiri dan tidak tergantung dengan sistem pembayaran dari luar. Konsekuensinya, yang perlu diketahui adalah kita harus mengelola keuangan dengan baik dan harus paham mengenai teknologi penggunaan QRIS. Gunakan platform sistem pembayaran yang sudah ada,”ungkapnya.

“Bank Indonesia terus mendorong penggunaan non tunai. Di Jawa Timur sendiri, nantinya sosialisasi diperluas dalam bentuk grup, seperti pasar, kampus, tempat ibadah, pondok pesantren, merchants, termasuk ke UMKM,”ujarnya.

Difi menambahkan banyak manfaat dengan penggunaan QRIS. Diantaranya, bisa membayar pas, uang non tunai yang dibelanjakan tercatat dalam bentuk notifikasi sehingga bisa dilacak penggunaannya.

Sementara itu, Kepala Divisi SPPUR KPw BI Provinsi Jawa Timur, Abrar mengatakan, implementasi QRIS secara nasional dimulai Januari 2020. Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) diberikan masa transisi hingga 31 Desember 2019 untuk mengimplementasikan secara menyeluruh.

Kepala Divisi SPPUR KPw BI Provinsi Jawa Timur, Abrar saat mempresentasikan implementasi QRIS secara nasional.

“Berbagai negara juga menggunakan standar tersebut seperti negara India, Thailand, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan sebagainya. Dan pembayaran dengan QRIS ini tidak ada biaya tambahan bagi konsumen,”lanjutnya.

QRIS mengusung semangat UNGGUL, yakni Universal, Gampang, Untung dan Langsung. Tujuannya guna mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih maju.

QRIS ini disusun oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar EMV Co. Mereka akan mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas.

Untuk tahap awal, QRIS fokus pada  penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan  QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran. Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama pada bulan September hingga November 2018 dan tahap kedua pada bulan April hingga Mei 2019.

Turut Hadir dalam kegiatan BBM BI Perwakilan Jawa Timur Musni Hardi Kasuma Atmaja, Kepala KPw BI Kediri dan Azka Subhan A, Kepala KPw BI Malang. (dhn)

Related Articles