Bisnis Jatim

Kosmetik KLT Diduga Mengandung Bahan Berbahaya

 Breaking News

Kosmetik KLT Diduga Mengandung Bahan Berbahaya

Kosmetik KLT Diduga Mengandung Bahan Berbahaya
October 25
07:50 2019

Surabaya, Bisnisjatim.co -Kedok Kosmetik merek KLT yang dimiliki Resty Hajar Septiana atau lebih dikenal nama panggilan Gladys ini dikuak oleh Ditreskrimsus Polda Jatim. Melalui Subdit 1 Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim dan Badan POM Surabaya, menyebut bahwa kosmetik merek KLT ini merupakan jenis kosmetik berbahaya karena menggunakan bahan yang dilarang (Mercury dan Hidroquinone) yang berlebihan.

Bahkan, ijin peredaran kosmetik KLT yang dikelola oleh PT Glad Skin Care, tidak
dimiliki. Omzet per bulan dalam penjualan kosmetik KLT ini pun mencapai Rp 1,6 Miliar per bulan, dan tersebar di Jawa Timur dan beberapa kawasan Indonesia. Kini, Mirza Denovan, Direktur PT Glad Skin Care, telah ditetapkan menjadi tersangka, atas peredaran kosmetik illegal. Sementara, Gladys, istri Mirza, masih menjadi saksi.

Padahal, pada bulan Juni 2019 lalu, Gladys bersama suaminya Mirza, menggelar pesta besar-besaran bersama seluruh distributor KLT di salah satu hotel bintang lima di
Jalan HR Muhammad Surabaya, dengan menghadirkan penyanyi Cita Citata.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatum Kompol Suryono, menyampaikan, terbongkarnya kasus kosmetik berbahaya ini, setelah pihaknya menemukan berbagai kosmetik tanpa ijin edar.

“Subdit Indagsi Polda Jatim, melakukan proses penyelidikan terhadap kasus perdagangan kosmetik tanpa ijin. Kemudian produk ini mengandung bahan berbahaya, salah satunya ini mercury dan hydroquinon,” tutur Kompol Suryono, Kamis (24/10/2019).

Kedua zat itu ditemukan dalam belasan produk kecantikan merk KLT. Meliputi, aneka krim pemutih, sabun wajah hingga serum kecantikan.

Setelah disita, beberapa diantaranya ditest ke laboratorium untuk mengecek kandungan produk. Hasilnya, bahan yang terdapat didalam produk kecantikan mengandung zat mercury dan hydroquinone.

Karena membahayakan kesehatan, berbagai jenis kosmetik itu pun ditarik dari pasaran. Dan petugas kepolisian menetapkan pemilik perusahaan, MM, sebagai tersangka.

Suryono juga menyebut, omzet bisnis kosmetik ilegal yang dijalankan tersangka sangat menggiurkan. Dalam sebulan, bisa menghasilkan keuntungan mencapai Rp 1,6 miliar.

“Ini (beroperasi) sejak tahun 2017,” tandas Suryono.

Atas kasus ini, penyidik Polda Jatim menjerat tersangka dengan pasal 196 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara dan denda hingga satu miliar rupiah.

Lalu pasal 197, undang-undang yang sama dengan pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 1,5 miliar.

Related Articles