Bisnis Jatim

Cerita Nilai Rendah Emil Dardak Saat Hadiri Peletakan Batu Pertama PIAGET Life Academy,

 Breaking News

Cerita Nilai Rendah Emil Dardak Saat Hadiri Peletakan Batu Pertama PIAGET Life Academy,

Cerita Nilai Rendah Emil Dardak Saat Hadiri Peletakan Batu Pertama PIAGET Life Academy,
November 23
23:03 2019

Surabaya, Bisnisjatim.co -Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr H Emil Elestianto Dardak dan Presiden Direktur Maspion Group, Dr Ali Markus, tampak menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan PIAGET Life Academy, di Jalan Darmo Permai III, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2019).

Peletakan batu pertama yang dilakukan merupakan bukti komitmen PIAGET Academiy sebagai yayasan pendidikan untuk menghadiri pendidikan terbaik yang menjawab kebutuhan masa depan Indonesia.

Saat ini Piaget life Academy sedang dalam masa pembangunan dan akan siap pada bulan September 2020 pada fase pertama ini akan dibangun gedung 8 lantai dengan bentuk kubus rubik yang unik, keunikan lain sekolah ini didesain sebagai lifelong learning community yang membuat orang tua dan siswa bisa menikmati fasilitas seperti ruang belajar, pusat kebugaran, kolam renang, ruang pertemuan, Cafe dan tempat bermain selama tujuh hari dalam seminggu

Sementara itu Emil bercerita, Saat saya seusia kalian saya juga sangat suka bermain dan saya tidak tahu bagaimana cara berhenti bermain. Sehingga saya mendapatkan rangking rendah saat saya berada di sekolah dasar.

“Saya dulu pernah ditegur oleh guru saya karena nilai saya berada di peringkat terbawah. Lalu guru saya meminta untuk saya lebih fokus belajarnya” ujarnya.

Dengan menikmati kegagalan itu, Emil lalu menemukan cara untuk menjadi siswa dengan peringkat teratas.

“Suatu ketika kita harus memfokuskan hati dan pikiran kita pada sesuatu dan terima hasilnya. Nanti ketika kamu jatuh dan masih terus berusaha berdiri, kamu akan menjadi sesuatu di masa depan,” papar Emil.

Di waktu yang sama Ali Markus mengatakan, memang tidak ada rumus untuk mencapai kesuksesan. Tapi kesuksesan anak-anak merupakan kolaborasi dari sekolah, guru, dan orangtuanya di rumah.

“Menjadi pintar itu perlu, tapi ada hal yang lebih penting yaitu emotional quotient. Untuk itu, perlu adanya kolaborasi dari banyak komponen yang membantu anak-anak tumbuh,” tutup Ali.

Related Articles