Bisnis Jatim

MIRACLE Aesthetic Clinic Usung “Tweakments”: The New Era of Beauty Movement Menjawab Kebutuhan Konsumen

 Breaking News

MIRACLE Aesthetic Clinic Usung “Tweakments”: The New Era of Beauty Movement Menjawab Kebutuhan Konsumen

MIRACLE Aesthetic Clinic Usung  “Tweakments”: The New Era of Beauty Movement Menjawab Kebutuhan Konsumen
February 15
19:26 2020

SURABAYA (bisnisjatim.co) –  Sebuah tren akan selalu memiliki masanya sendiri, begitu juga dengan tren di industri estetik. Perkembangan yang pesat dialami oleh industri estetika sehingga perubahan tren juga terjadi di setiap tahunnya. Banyak tren yang terjadi beberapa tahun ke belakang, mulai dari konsumen menginginkan hasil perawatan yang instan, bentuk wajah Vshape, anti-aging, beauty transformation untuk memiliki tampilan wajah yang Iebih menawan, hingga tahun lalu muncul istilah sosia/ beauty, dimana kecantikan seseorang memiliki dampak pada kehidupan sosialnya.

Di era sosial beauty sekarang‚ cantik tidak cukup hanya memiliki kulit sehat untuk bisa tampil Iebih menarik, diperlukan berbagai perawatan kecantikan, tata rias, dan usaha lainnya. Drang akan selalu menilai penampilan atau kecantikan kita‚ sehingga kita akan berusaha tampil dengan sebaik mungkin, sampai merasa memiliki tampilan “perfect look”. Salah satu wadah untuk menunjukkan penampilan terbaik adalah di sosial media. Memang tidak bisa dipungkiri, pada zaman internet ini sosial media memiliki peran yang sangat masif di berbagai bidang, termasukjuga memberikan dampak terhadap di Industri estetika.

Di akun lnstagramnya, Kylie Jenner mengunggah tampilan bibirnya yang biasanya sangat bewolume, plumpy, tiba tiba tampil dengan bibir yang Iebih natural. la membalas salah satu komentar dan mengaku bahwa dia menghilangkan filler di bibirnya. Banyak yang memberikan komentar positif terhadap penampilan baru dari bibirnya tersebut. Sekitar 3 bulan setelah itu, ia kembali melakukan prosedur filler bibir, namun dengan tampilan yang tidak terlalu tebal seper‘ti sebelum sebelumnya.

Di media sosial Iebih banyak orang yang memberikan komentar positifnya terhadap tampilan yang natural. Hashtag seperti #NaturalLook banyak dipakai di media sosial untuk menunjukkan tampilan yang tidak berlebihan. Di sisi lain, netizen berk0mentar sangat pedas saat mengkritik penampilan seseorang yangterlihatfake dan tampilan wajah yang tampak overdone. Dalam ha! perawatan kecantikan banyak terjadi fenomena yang disebut dengan ”overdone treatment.” lni merupakan hasil perawatan kecantikan yang berlebihan sehingga tampilannya terlihat tidak natural. Banyak contoh dari hasil overdone treatment seperti traut peut lips yaüu bibir yang terlalu tebal, pipi yang tampak sangat tembam layaknya pillawface, alis yang terlalu tinggi hingga terkesan “judes”, atau rahang yang terlalu V-shape membuat tampi\an wajah ]adi tidak proporsional.

Drang -orang sudah jenuh dengan tampilan yang berlebihan. Jika dilihat trend make up juga mulai bergeser, masyarakat sekarang suka dengan polesan yang ringen, tidak terlalu heavy atau cakey sehingga memberikan kesan menawan namun tetap tampak natural. Make dari itu muncul juga tren no make up makeup look, flaw/ess make up, dan effortless make up.

lndustri estetika juga mengikuti bergesernya tren masyarakat yang ingin tampilan natural. Pada acara yang bertajuk ”Tweakments: The New Era of Beauty Movement” yang digelar pada Kamis, 13 Februari 2020 di Milieu Space, Surabaya, dr. Lanny1uniarti‚ Dipl. AAAM, Founder dan President Director MIRACLE Aesthetic Clinic Group menjabarkan, ”Setelah banyak tren yang menghiasi industri estetika, kini konsumen sudah jenuh dengan tampilan yang berubah terlalu drastis. Sebelumnya banyak orang ingin tampilan V Shape atau hidung mancung, beberapa hasilnya malah terjadi overdone, bahkan bisa membuat tampilan wajahnya menjadi tidak proposional. Lalu ketika seseorang tersebut membagikan foto maupun video dengan tampilan yang dirasa itu merupakan yang terbaik‚ bukannya apresiasi tetapi komentar pedas yang didapat. Oleh sebab itu, sekarang masyarakat mulai sadar bahwa seorang individu memiliki karakteristik kecantikannya masing-masing, sampai pada akhirnya muncul tuntutan yaitu tampilan yang tampak natural dan memesona sesuai dengan karakteristik personality-nya. Dalam hai ini yang disebut natural bukan berarti tidak melakukan perawatan, tetapi melakukan perawatan sesuai dengan kebutuhan.

Dr. Lenny menambahkan, “Miracle Facial Architecture ini dilakukan secara holistik, yang mana tidak hanya asal melakukan perawatan.” Miracle Facial Architecture dimulai dari facial assessment, yaitu dokter melakukan analisa pada wajah pasien untuk mengetahui problem yang dialami pasien, sehingga dapat menentukan perawatan apa yang sebenarnya dibutuhkan dari setiap pelanggan‚ Ialu merancang blueprint, yaitu menentukan titik -titik mana yang menjadi target perawatan pembentukan wajah. Tahapan pembentukan wajah tersebut terdiri dari:

1. Build Foundation, yaitu memperkuat fondasi wajah dengan memperbaiki struktur pada bagian tengah wajah yaitu pada bagian pipi.

2. Create Contour, dengan membentuk kontur wajah agar memiliki tampilan wajah 3D yang lebih simetris, proporsional, dan ideal pada wajah bagian atas dan bawah.

3. Focus on Refinement, untuk menyempurnakan det” dan harmonisasi setiap bagian wajah seperti area mata dan bibir.

”MIRACLE percaya metode Miracle Facial Architecture mampu memberikan hasil perawatan yang aman, konsisten, tahan Iama, dan tidak akan membuat wajah terlihat overdone. Sehingga, setiap lndividu dapat tampil dengan versi terbaiknya tanpa menjadi seperti orang lain,” demikian ujar dr. Lenny mengakiri penjelasannya.(mel)

Related Articles